Menulis Buku Dari Karya Ilmiah
GELOMBANG : 19
NARA SUMBER : NORALIA PURWA YUNITA,M.Pd
MODERATOR : AAM NURHASANAH, S.Pd
RESUME : 4
MENULIS BUKU DARI KARYA ILMIAH
Nara sumber pada malam hari ini, oleh Ibu Noralia Yunita ,M.Pd. Dengan moderator yang sangat andal yaitu Ibu Aam Nurhasanah, S.Pd.
Materi yang akan disampaikan sangat menarik sekali.Yaitu "Menulis Buku dari Karya Ilmiah". Karya ilmiah kita memiliki banyak manfaat. Yang mana, karya ilmiah itu dapat diubah ke dalam bentuk buku.
Berbicara masalah karya tulis ilmiah (KTI), bagi yang lulusan S1, pernah membuat skripsi S2, membuat tesis. Jadi bapak dan ibu pernah membuat karya ilmiah.
Membuat karya tulis ilmiah semata hanya untuk memenuhi prasyarat agar dapat lulus dan mendapatkan gelar, selebihnya jika sudah disidangkan atau telah dilakukan penilaian, karya tulis ilmiah sudah pasti dibiarkan tergeletak begitu saja.
Setelah menjadi guru, kita sebagai guru membuat satu jenis karya ilmiah lagi yakni penelitian tindakan kelas (PTK). Sama halnya bagi yang sedang atau sudah pernah menulis PTK ataupun best practice, setelah laporan PTK dibuat, dikumpulkan ke penilai angka kredit, laporan tersebut biasanya hanya akan disimpan oleh penulis sendiri.
PTK itu bisa terpajang di perpustakaan sekolah Dari sini kita dapat melihat bahwa manfaat karya ilmiah hanya sebatas untuk.memenuhi tuntutan tertentu saja.
Padahal, jika kita mengingat perjuangan untuk membuat dan menyelesaikan skripsi, ataupun PTK tersebut, tentu tidak sedikit pengorbanan yang harus dikeluarkan, entah itu materi, waktu, atau bahkan psikis. Bahkan untuk sebagian orang ada yang menyelesaikannya sampai menghabiskan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.
Hai ini saya alami sendiri. padahal saya sudah mempunyai PTK yang sudah diseminarkan. disimpan begitu saja. Dengan menyimak penjelasan dari ibu Nara Sumber, maka saya akan berusaha mewujudkan PTK yang saya punya untuk dijadikan sebuah buku.
Mengubah karya tulis ilmiah tersebut menjadi buku :
1. Buku dapat diperjual belikan. Keuntungan material dapat kita peroleh
2. Bagi bapak ibu guru, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kridit.
3. Mendapatkan poin dari publikasi ilmiah berupa buku tadi.
4. Jika buku kita banyak beli, ada kemungkinan nama bapak ibu sebagai penulis akan dikenal oleh banyak orang.
Cara mengubah PTK menjadi buku.
1. Ubah judul PTK menjadi judul buku dengan bahasa popular.
Judul KTI versi buku hanya berfokus pada objek penelitian saja. Hilangkan materi, subjek, tempat penelitian.
Sebagai contoh sebuah judul tesis :
“Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMA”
Ketika diubah menjadi judul buku menjadi “Kiat menulis modul berbasis riset”
Dapat dilihat dari contoh judul ini, objek/fokus penelitian tesis terletak pada pengembangan / pembuatan modul, jadi ketika diubah menjadi judul buku, sesuaikan dengan fokus penelitian itu. Tinggal menambahkan kata : kiat, jurus, strategi, cara sukses atau yang lainnya.
2. Ubah bab I pendahuluan pada KTI menjadi bab I pada buku
Namun, disini ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu:
A. Hapus rumusan masalah
B. Hapus definisi operasional
C. Hapus manfaat penelitian
Kita dapat mengisi bab I ini dengan memasukan permasalahan pembelajaran secara umum, alasan menggunakan metode/media/model pada pembelajaran, atau materi pelajaran yang kita teliti.
3. Bab II dan seterusnya pada buku diambil dari pengembangan kajian teori pada bab II KTI asli
Sebagai contoh bab 2 KTI yang merupakan landasan teori berisi
2.1. Hasil belajar
2.2. Media pembelajaran
2.3. Modul
2.4. Metode pembelajaran
2.5 Pembelajaran berbasis riset
Nah ini ketika menjadi buku dapat dibuat menjadi beberapa bab yaitu
Sub bab 2.1. hasil belajar menjadi bab 2 buku
Bab 2 TEORI BELAJAR
2.1. Belajar
2.2. Permasalahan dalam pembelajaran
2.3. Hasil belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya
Sub bab 2.2. media pembelajaran menjadi bab 3 buku
Bab 3 MEDIA PEMBELAJARAN
3.1. Pengertian media
3.2. Jenis media
3.3. Manfaat media
Sub bab 2.3. modul menjadi bab 4 buku
Bab 4 mengenal modul
4.1. Pengertian modul
4.2. Karakteristik modul
4.3. Sistematika modul
4.4. Kelebihan modul
Dengan demikian hanya dari bab 2 KTI saja, bapak ibu sudah dapat menuliskan/ mengubahnya menjadi beberapa bab dalam buku
4. Bab V dapat diambil dari hasil penelitian dan pembahasan.
A. Memasukkan hasil penelitan dengan kata pengantar “pada bab ini merupakan uraian dari hasil penelitian…”
B. Hilangkan kata penelitian, laporan PTK, laporan skripsi yang ada di KTI.
C. Tampilkan grafik yang pentng saja, ubah dalam bentuk kalimat
5. Dalam penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis, Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku
6. Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang di lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut.
7. Daftar pustaka boleh menggunakan blog namun situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book atau karya ilmiah lainnya. Jangan gunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dll
8. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan dengan aturan penerbit.
Kita harus mengubahnya sesuai dengan aturan yang ada sehingga KTI versi buku tidak akan sama struktur dan isinya dengan KTI aslinya
Membuat buku dari karya ilmiah bukan berarti hanya mengubah cover dan judul saja sementara isi sama persis dengan KTI yang sudah kita punya. Itu merupakan suatu kesalahan karena jika seperti itu akan menjadi self plagiarisme untuk karya kita.
Semoga mengubah PTK menjadi buku tunggalpun dapat terwujud.
Terimakasih banyak kepada Ibu Nara Sumber yang telah memberikan materinya yang sangat luar biasa.

Komentar
Posting Komentar