Mengenal Penebit Indie

 GELOMBANG : 19

NARA SUMBER : MUKMININ, S.Pd., M.Pd

MODERATOR :  Mr. BAMS.

RESUME  :  5 


        Nara sumber pelatihan menulis PGRI pada pertemuan ke - 5 adalah dengan Bapak Mukminin, S.Pd. M.Pd. Beliau dari SMP I Kedungping Lamongan Jawa Timur. Beliau menjadi penulis di usia 55 tahun.  biasa disapa dengan panggilan Cak Inin.

        Malam ini kita akan mengenal lebih dekat tentang Penerbit Indie. Pada zaman milenial ini semua orang bisa menulis dan menerbitkan buku. 

      Berbicara motivasi, banyak kata-kata agar kita terus semangat menulis. Contohnya: Semua orang akan mati kecuali karyanya, maka tulislah sesuatu yang akan membahagiakan dirimu di akhirat kelak. ( Ali bin Abi Thalib)

Tahapan menulis dan menerbitkan buku.

1. Prawriting

a. Tahap awal penulis mencari ide apa yang akan ditulis dengan peka terhadap lingkungan sekitar.

b. Penulis harus kreatif menangkap fenomena yang terjadi di sekitar untuk menjadi tulisan.

c. Penulis banyak membaca buku.

2. Drafting

Penulis mulai menulis naskah buku sesuai dengan yang disukai.

3. Revisi

Setelah naskah selesai maka kita lakukan revisi naskah.

4. Editting/ Swasunting

    Setelah naskah kita revisi maka masuk tahapan editting. Penulis melakukan pengeditan. Hanya memperbaiki berbagai kesalahan tanda baca, kesalahan pada kalimat. 

    Tahap ini boleh dikatakan sebagai "Swasunting" yaitu menyunting tulisan sendiri sebelum masuk penerbit.

5. Publikasi 

    Jika tulisan berupa naskah buku sudah yakin, maka tinggal memasuki tahap penerbitan  buku.

Pertanyaannya apakah sudah mempunyai pandangan penerbit yang akan menerbitkan buku?

Jawabnya adalah penerbit Independen ( penerbit Indie) Contohnya : Gemala, YPTD dan  Kamlia Press Lamongan.

 Penerbit buku ada 2 macam. Pertama penerbit Mayor dan kedua penerbit Indhie. Apa perbedaanya? 

1.  Jumlah Cetakan di penerbit mayor.

     Penerbit mayor  mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.

Penerbit indie, hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala.

2.  Pemilihan Naskah yang Diterbitkan

 Penerbit mayor, naskah harus melewati tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. 

    Tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah. Penerbit mayor memiliki syarat yang ketat, mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.

    Penerbit indie, tidak menolak naskah. Selama tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti terbit. 

3.  Profesionalitas

    Penerbit indie, juga  profesional. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas.

4.  Waktu Penerbitan

    Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. 

    Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku.

     Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.

    Penerbit indie, akan segera memproses naskah. Karena memang, kami tidak fokus pada selera pasar.

5.  Royalti

     Penerbit mayor, mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.

        Penerbit indie, umumnya 20%  dari harga buku. 

6. Biaya penerbitan

     Penerbit mayor, biaya penerbitan gratis. Hanya menerbitkan buku agak lama.

      Penerbit indie,  berbayar sesuai aturan masing-masing penerbit. 

      Terima kasih kepada Bapak Nara Sumber, atas penjelasannya.

      Semoga kami nanti bisa menerbitkan buku, dengan penerbit yang tepat, sehingga penerbitan buku berjalan lancar dan tidak terjadi kendala apapun. Apalagi kalau sampai tembus ke penerbit Mayor. Aamiin. Insya Allah. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peringatan Hari Guru di SDN Wantilan.( bagian ke- 2 )