Gelombang : 19
Nara Sumber : Dra. Lilis Ika Sutikno, S.H
Moderator : Ms. Phia.
Resume : 30.
Narasumber cantik, pada pertemuan yang ke- 30 ini yaitu Ibu Dra. Lilis Ika Herpianti S. S.H. Beliau
akrab disapa bunda Lilis. Lahir di Surabaya, 11 Maret 1969.
Materi yang akan disampaikan yaitu : Menulis Semudah Ceplok Telor.
Banyak sekali prestasi yang beliau raih, diantaranya juara kategori kedua tingkat Nasional dalam lomba Guru My Teacher My Hero Award Indonesia Digital Learning th 2015.
Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan, Ilmu adalah buruan. Maka tulisan adalah ikatannya. Ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat.
Termasuk kebodohan kalau engkau memburu kijang. Setelah itu kamu tinggalkan terlepas begitu saja. (Diwan Asy-Syafi’i)
Disini, ilmu di ibaratkan seperti hewan buruan (kijang) apabila tidak diikat akan terlepas, begitu pula ilmu apabila tidak ditulis maka akan hilang.
Begitulah mengapa kita perlu menulis. Dikarenakan daya ingat manusia terbatas.
Bagi yang ingin menjadi penulis, yang harus diingat :
1. Bahwa menulis itu tidak sulit
2. Menulis itu sangat mudah
3. Semudah Anda membuat ceplok telur
4. Tuk Byaarr... Telur yang tadinya bulat, bisa langsung dihidangkan di meja makan. Tanpa harus ribet membuatnya/memasaknya.
Prinsip Kehidupan tersebut diibaratkan sebuah pensil, yakni:
1. PENSIL DIGERAKKAN OLEH TANGAN MANUSIA
Karena tangan ada pemiliknya yaitu Allah. Maka seyogyanya kita selalu bersyukur atas siapa pemiliknya. Maka berdoalah sebelum tangan menulis, atau melakukan kegiatan apapun.
2. KETIKA PENSIL TUMPUL KITA PERLU MERUNCINGKANNYA
Dalam menulis kita akan menemui banyak kesulitan, (khususnya yang baru pertama kali menulis). Seperti tumpulnya pensil, pasti kita raut dahulu, Begitupun pikiran kita, maka pertajam dengan banyak membaca.
3. PENGHAPUS
Penghapus digunakan untuk menghapus, jika salah menulis. Begitu pula dalam menulis, kalau salah bisa diperbaiki sehingga menjadi tulisan yang baik.
4. PENSIL YANG DIGUNAKAN UNTUK MENULIS BAGIAN DALAMNYA
Dalam menulis gunakan hati untuk menggerakkan tangan kita, sebab menulis dari hati itu akan menghasilkan karya yang luar biasa, sehingga mudah diterima diterima oleh pembaca.
5. SETIAP TULISAN KITA AKAN BERDAMPAK
Belajar dari pensil akan selalu meninggalkan goresan. Tinggalkan jejak dalam setiap tulisan kita dengan tulisan yang baik. Sehingga bisa berdampak baik, apalagi kalau sampai bisa memberikan inspirasi kepada setiap pembaca.
Semoga inspirasi yang nara sumber sampaikan, bahwa menulis semudah ceplok telor, membekas dihati penulis, kemudian dapat mempraktikkannya. Aamiin YRA.

Komentar
Posting Komentar