Gelombang : 19
Nara Sumber : Edi S. Mulyanta, S.Si, M.T
Moderator : Sugiastuti, M.Pd
Resume : 11
Nara Sumber pada pertemuan yang ke -11 adalah dengan Bapak Edi S. Mulyanta. Beliau ditemani oleh moderator yang sangat karismatik yaitu Ibu Sri Sugiastuti, yang lebih akrab disapa Bu Kanjeng. Tema yang disampaikan adalah Menguak Dapur Penerbit.
Edi S. Mulyanta sudah cukup lama menggeluti kegiatan produksi buku. Beliau sebelumnya adalah seorang penulis lepas yang hidup dari menulis buku.
Penulis dan penerbit buku telah dilindungi oleh undang-undang. Payung hukum yang dimaksud adalah UU No. 3 tahun 2017 dan PP No. 75 tahun 2019.
PP No. 75 yang lebih detail mengatur proses membuat naskah hingga menyebarluaskannya. Di dalam PP ini juga diatur secara detail bagaimana langkah penulis mengajukan naskah hingga sisi penerbit dalam mengelola naskah menjadi buku.
Menurut Pak Edi S. Mulya Penerbit Mayor mempunyai jumlah produksi buku yang lebih tinggi dibanding dengan penerbit minor.
Penerimaan naskah baru oleh penerbit di masa pandemi ini tidak menjadi masalah. Naskah tulisan masih saja mengalir dengan cukup baik. Hal ini mungkin disebabkan kerena banyak calon penulis yang melakukan Work From Home (WFH), sehingga banyak waktu untuk melakukan penulisan naskah buku.
Wabah Covid-19 mempengaruhi perkembangan penjualan buku. Sebelum hari raya 2021 penjualan buku cukup baik.
Tema buku sangat penting di saat kondisi chaos seperti ini. Tema up to date mengenai virus corona diperkirakan menjadi daya tarik bagi sebagian besar pembaca. Oleh sebab itu, penerbit mengambil inisiatif untuk membagikan tema-tema tentang Covid tersebut ke penulis yang berkompeten di bidang itu.
Yang paling utama adalah kesiapan penulis dalam menyesuaikan tulisannya. Dengan kondisi yang dialami masyarakat pada umumnya untuk ditawarkan ke penerbit. Produksi buku mengikuti keinginan pasar secara specifik.
Produksi buku di masa Pandemi ini cukup mengalami perubahan yang signifikan. Penerbit mencoba memenuhi permintaan cetak dari 10 eksamplar hingga 300 eksamplar. Tingkat produksi disesuaikan dengan daya serap pasar.
Pemasaran buku secara online cukup membantu untuk tetap menjaga cash flow perusahaan penerbitan. Buku digital atau e-book menjadi pilihan yang tepat dalam pemasaran secara online.
Kita dapat melihat buku digital yang diproduksi oleh penerbit Andi dengan mengunjungi alamat bukudigital.my.id.
Salah satu cara agar buku cepat terbit adalah mengikuti arahan dari PP 75, yaitu melakukan editing mandiri dari sisi penulis, sehingga akan sangat membantu dalam proses editorial di sisi penerbit.
1. Syarat utama dalam sebuah tulisan adalah tulisan harus baik. Baik dalam arti pemilihan tema yang menarik dan yang paling penting adalah unik, karena mempunyai hal yang berbeda dengan yang lain dan mempunai nilai kebaruan.
2. Kekurangan penerbit mayor,dengan banyaknya naskah yang masuk, waktu seleksi dan produksi terbebani dengan antrian yang sangat banyak.
Menurut Narasumber bahwa untuk deal dengan cepat, semua penerbit mayor akan sangat tertarik jika penulis mempunyai captive market sendiri. Penulis yang mempunyai massa (guru, dosen, penggiat, artis) menjadi magnet yang cukup menarik untuk dapat diterbitkan karyanya.
Format buku sebaiknya sudah diputuskan oleh penulis. Penulis sudah mempunyai bayangan ukuran buku, ketebalan, dan siapa pembacanya.
Kemudian, struktur buku yang baik juga menarik perhatian editorial untuk memutuskan buku diterbitkan atau tidak. Struktur buku yang baik memudahkan naskah diolah dengan secara optimal.
Penulis buku perlu memerhatikan dan memedomani ketentuan-ketentuan hukum yang telah mengatur tentang penulisan buku agar proses penerbitan buku tidak mengalami kendala yang berarti.
Demikian, semoga penulis bisa segera mewujudkan menerbitkan buku tunggal. Penulis bisa memerhatikan kondisi pasar atau jenis buku yang dibutuhkan oleh pembaca.

Komentar
Posting Komentar