Gelombang : 19

Nara Sumber : Ditta Widya Utami, S.Pd.Gr.

Moderator     : Maesaroh, M.Pd

Resume         : 9


             Nara sumber yang sudah saya kenal dengan  karya  literasinya  membuat kita kagum.  Tema yang akan disampaikan mengenai Writer’s Block oleh ibu  Ditta Widya Utami, S.Pd. Narasumber dengan   segudang prestasi  dapat di intip pada  Blog Jendela IPA.  

Penghargaan dari Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan,  dan beberapa kali  meraih Penghargaan dari Bupati Subang dalam 2 tahun berturut-turut. 

     Penghargaan dari dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Subang sebagai Guru Berprestasi.  

        Apa itu Writer’s  Block? Apa penyebabnya?  Bagaimana solusinya? Ibu Ditta panggilan akrabnya akan memberikan materi , dalam bentuk permainan. 
Mbak Ditta memberi  tantangan
 Beliau akan membagikan sebuah Foto  Wayang  Gatot Kaca.  
            Silahkan para peserta menuliskan apa yang bisa di paparkan. Dalam bentuk tiga pragraf tulisan. Bentuknya boleh  berupa Puisi, Esai atau Cerpen. Walau saya tidak mengikuti permainan ini, tapi saya merasa senang dan  dapat membaca  hasil olah tulis tangan  mereka.

            Lalu apakah peserta lain tidak mengikuti  tantangan ini bisa dikatakan terserang  virus Writer's Block? Bisa dikatakan penulis saat ini teserang Writer’s Block? Writer’s Block pada wikipedia kebuntuan , dimana penulis merasa kehilangan kemampuan menulis.  

        Tidak  menemukan gagasan baru untuk melanjutkan tulisan.  Menurut sumber ini bukan masalah komitmen atau kecakapan menulis.  Tapi  Lebih munculnya   rasa bosan dan lelah dalam menulis.

        Kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja baik penulis pemula atau penulis kawakan. Writer’s Block  akan muncul jika yang akan ditulis itu, tidak disukai. Kalau saya dikasih materi Gatot Kaca akan bingung,  apa yang mau ditulis.  Saat itu bisa dikatakan  terserang Writer's Block.  

         Jika tokoh itu disenangi oleh penulis. Isi tulisanpun menarik. Akan tetapi jika seorang penulis merasa tertantang dengan permainan ini.  Penulis   akan mencoba mencari referensi dan informasi. . Artinya penulis  mampu melawan virus Writer’s Block itu.  

        Writer’s Block  bisa terjadi juga saat penulis sudah  nyaman dengan satu jenis tulisan. Lalu beralih ke jenis  tulisan lain, untuk memulai jenis tulisan baru inilah mulai timbul Writer’s Block. 

      Rasa jenuh, sulit untuk memulai, dan malas  untuk melanjutkan tulisan.  Dengan mengikuti berbagai macam jenis pelatihan menulis, virus writer’s Block  minimal bisa dikurangi.

        Mulailah kita  menjauh dari tulisan jika Writer’s Block sudah masuk area. Pergilah untuk refresing sejenak, santai rilek. Otak  dan fisik juga  perlu istirahat, jangan terlalu memaksakan diri.

        Sesuatu yang di paksakan akan menjadi tidak baik. Setelah segala tuntutan kebutuhan itu terpenuhi. , tubuh akan rileks.  Sudah bisa memulai lagi aktifitas menulis. Hasilnya dari tulisan akan jauh lebih baik.

    Cari tahu penyebab Writer’s Block  akan mudah mencari solusi dari Writer’s Block  itu sendiri. Komitmen awal harus di refres terus. Ingatkan  diri bahwa perjalanan masih panjang.
        Kalau dalam pelatihan ini sudah Writer’s Block  apa jadinya?
  Banyak cara untuk menjaga mood agar tidak kendor, buat outline menulis catatan penting,  ketika muncul ide dan gagasn tuangkan dalam gawai. Suatu saat akan kita kembali dengan rasa yang sudah tenang.

        Demikian, jika kita tahu akar permasalahan, lebih mudah untuk penyelesaiannya. Semoga saja. Aamiin YRA.

     



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peringatan Hari Guru di SDN Wantilan.( bagian ke- 2 )