Mungkinkah?
Pemisalan teman yang baik dan teman
yang buruk. Seorang tukang minyak wangi dengan seorang tukang panday besi.
Jika kita berteman dengan tukang minyak wangi, kita akan kecipratan bau harumnya.
Dan jika kita bergaul dengan tukang panday besi, maka kita juga akan kecipratan bau asapnya yang tidak sedap.
Jadi siapa teman kita , maka itulah yang akan memengaruhi kita. Seperti yang kualami sekarang.
Aku ingin sekali bisa menulis. Berharap suatu saat tulisanku kan dibaca orang. Aku yakin, siapapun yang bersungguh- sungguh maka jalan itu akan terbentang luas.
Pasti selalu saja ada jalannya. Asal kita yakin akan kebesaranNya. Hingga suatu hari, Aku membayangkan betapa bahagianya, seandainya aku mempunyai karya, sebuah buku tunggal . Seperti layaknya sahabat- sahabat semua.
Hingga suatu sore, sekitar pukul tujuh malam, aku membaca di grup WA ada tulisan, Menulis di blog Bisa Menjadi Buku. Info ini dikirim oleh sahabat baikku Ibu Ditta melalui grup Lisangbihwa. Aku sendiri kagum sama ibu guru muda ini, ia sangat kreatif dan sudah membuat beberapa buku tunggalnya.
Karena aku sangat tertarik, maka waktu itu juga aku menghubungi Om Jay. Apa masih bisa? sedangkan hari ini sampai pukul tujuh malam belum punya tulisan.
"Bagaimana kalau besok ?" tanyaku lagi. Lalu Om Jay pun mengatakan, " Kenapa tidak dicoba saja sekarang, kan masih ada waktu!" Katanya lagi. Benar juga pikirku. " Baik akan saya coba!" Jawabku lagi. Setelah itu lalu kubuat lah tulisan yang berjudul Asri Pujaanku.
Setelah selesai lalu ku kirim. Karena diawal aku belum paham, maka aku minta bantuan keponakanku untuk membantu mengirimkannya. Sambil aku mempelajari , akhirnya lama- lama aku bisa juga.
Senangnya waktu itu, karena akhirnya, aku masih bisa mengikutinya. Hari demi hari aku mencoba membagi waktu. meluangkan waktuku untuk bisa menulis, hingga mengirimkannya.
Ketika tulisan itu sudah jadi dan sudah dikirim, plong rasanya. Seperti memikul beban, karena menulis setiap hari dengan tidak terlewat satu hari pun, aku harus berpikir keras. Padahal menulis bagi sebagian orang sudah menjadi hal yang biasa.
Sedangkan seperti aku ini, dan belum terbiasa secara rutin maka ini adalah sebuah tantangan.
Mungkinkah aku bisa menyelesaikannya? Itulah pertanyaan besarku.
Sekali lagi, seperti di awal tulisanku. Dengan siapa kita bergaul, maka kawan itulah yang akan memengaruhi kita.
Hingga pertanyaan besar itupun aku bisa menjawab nya.
Karena aku berada diantara sahabat- sahabat semua yang penuh dengan inspirasi, Saling berbagi ilmu dan pengalaman.
Akhirnya tulisan di hari terakhir tantangan, aku mampu menyelesaikannya.
Alhamdulillah puji syukur kupanjatkan kehadirat Alloh SWT.
Aku berterima kasih juga kepada Om Jay, yang telah berbaik hati, yang telah banyak menginspirasi banyak orang.
Khususnya aku, agar bisa terus menulis. Dan tak lupa kepada Bapak ketua YPTD yang sangat baik memberikan ruang bagi kami untuk bisa berkarya. InsyaAlloh.
Rd. Nurliyah,S.Pd
Salam: Blogger Persahabatan.



Komentar
Posting Komentar