Saat itu benar- benar terasa perlunya ada pustakawan khusus di sekolah- sekolah. Malah sebenarnya bukan hanya pustakawan, petugad BP, dan Tata usaha di sekolah dasar pun semakin diperlukan.
Rasanya pemerintah sudah waktunya mengangkat petugas- petugas tersebut apabila benar- benar ingin memberikan pelayanan pendidikan dengan sebaik - baiknya kepada masyarakat.
Harus disadari oleh semua pihak bahwa apabila guru sering atau banyak melaksanakan tugas rangkap ,besar maupun kecil tugas pokok guru untuk melakukan kegiatan belajar mengajar akan terganggu.
Meski demikian bekerja di luar jam- jam dinas pun sebenarnya sudah lama dilakukan,sebab pada dasarnya guru mengerti bahwa pemerintahpun belum mampu apabila harus memenuhi seluruh kebutuhan personalia sekolah dasar.
" Bu, boleh saya dan teman - teman membantu ibu- ibu dan bapak bekerja nanti sore?" Kata salah seorang muridku, ketika Aku bersama mereka di ruangan kelas lima,sebelum mereka berdo'a untuk menutup kegiatan belajar- mengajar hari itu. Rupanya merekapun sudah mulai tertarik dengan Asri.
" Oh boleh sekali! Malah sukur kalau kamu punya inisiatif,itu bagus sekali!"kataku memuji murid kreatif yang sering terlihat mempunyai inisiatif sendiri.
Memang Aku sendiri jarang sekali memberikan perintah harus ini harus itu Cukup sekedar memberikan motivasi kepada murid- muridku dalam bentuk contoh dan penjelasan seperlunya tentang baik dan buruknya suatu pekerjaan.
Baik menyangkut belajar tentang keilmuan maupun pekerjaan- pekerjaan praktis di lingkungan rumah,sekolah, dan lingkungan masyarakat tempat tinggal.
Dengan cara ini baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain,sebagai bukti adanya kesadaran saling menghargai dan saling tolong- menolong dalam kehidupan bermasyarakat.
Aku menyadari jika anak selalu dididik dengan perintah maka hasilnya pun kurang baik. Bahkan tidak mustahil setelah beranjak dewasa pun tanggung jawab yang dimilikinya sebatas bila ada perintah,bukan atas kesadaran sendiri."Kapan rencananya,mau membantu Bapak dan Ibu?"tanyaku kepadanya. "Ibu-ibu kapan mau bekerja membereskan buku- bukunya?".
"Nanti sore pun pukul dua,Bapak dan Ibu- ibu guru mau bekerja lagi!"."Kalau gitu saya bersama Shifa, Siti,Ira, Lilis dan lainnya juga,nanti sore bisa membantu,Bu! Malah katanya Ramdhan dan Fauzi pun mau ikut!" Ika berbicara tanpa ragu. " Ya, terima kasih atas kesiapannya untuk membantu!" " Sama- sama, Bu," sahutnya pula.
Alhamdulillah pukul dua petang itu, murid - muridku yang berniat membantu telah berkumpul dan langsung ikut bekerja: Ada yang diberi tugas membuat pola kantong buku.
Rd. Nurliyah,S.Pd


Komentar
Posting Komentar