"Iya, untung saja ada jagoan Kakak yang baik hati dan sigap!"
"Ah, ngga usah memuji berlebihan, Kak," katanya pula. Sebagai sesama teman kita sudah seharus nya saling membantu dan menyayangi.Katanya sambil tetap rendah hati.
Tak lama kemudian sampailah ke tempat kerjaku, dan tanpa berpikir panjang lagi Aku langsung menemui Asri. Saat itu Asri satu- satunya primadona yang ada di lingkungan kerjaku dan sahabat- sahabatku.
Tatkala sahabat- sahabatku yang lain berdatangan,ternyata jarum pendek baru saja menunjukkan angka 7 pagi.
Lantas kami pun asyik berbincang - bincang di seputar persoalan Asri. Konon menurut mereka "Asri " telah menjadi buah bibir banyak orang. Karena sebenarnya banyak orang yang mencintai dan menyayangi Asri. Sampai- sampai banyak pula yang ingin memilikinya.
Apalagi Aku, Sari,dan Ai tak henti- hentinya berkeinginan untuk merias dan mempercantik Asri.
" Neng . ..," kata Kepala sekolah suatu saat. Memang beliau tak pernah menggunakan kata panggilan Bu! Atau Pak! Kecuali di hadapan murid- muridnya. Dan ternyata mampu melahirkan hubungan kerja yang harmonis.
Disadari atau tidak situasi kerja telah terbentuk sedemikian rupa. Sehingga terasa benar suasana kehidupan layaknya sebuah keluarga. Inilah sebagian keunggulan kecil, yang Aku rasa sangat didambakan semua orang.
" Kapan sebaiknya, kita mulai mengadakan persiapan untuk Asri? Agar mudah, menyenangkan, malah bagi setiap orang yang melihatnya akan merasa tertarik?" Kata kepala sekolahku.
"Barangkali untuk kepentingan sekarang, bagaimana kalau yang kita dahulukan untuk yang menunjang kegiatan pbm dulu!. "Jangan hawatir Kak, InsyaAllah, saya beserta guru-guru yang lain siap untuk mewujudkan Asri sebagaimana yang diinginkan Kakak! " jawabku tanpa berpikir dua kali.
Di hatiku ada keyakinan dengan kerja sama yang solid,akan bisa mengelola Asri sebagaimana harapan bersama.
Terima kasih Neng, kata Ibu kepala sekolah. Ibu percaya. Sejak saat itulah Aku mulai mengadakan persiapan untuk mengelola Asri.
Rd.Nurliyah,S.Pd


Komentar
Posting Komentar