Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021
Gambar
      Semilir angin menyibakkan sebagian  jilbabku  yang menutupi wajah. Kubetulkan dengan cepat, sembari pandanganku tetap tertuju ke arah lapangan yang ada di depan mataku.         Lapangan itu kosong, tidak kulihat lagi terpal menggelar, lengang tanpa bising suara murid- murid berebut tempat duduk.       Aku rindu sekali suasana seperti ini lagi. Suasana di mana kami ,murid- murid, saling berbagi ilmu. Antar guru, sahabat, dan murid- murid. Bagi kami literasi dan Asri dua sisi yang senantiasa seiring sejalan.         Kini tidak lagi terdengar riuhnya tepuk, tangan menyambut teman- temannya yang berani tampil ke depan.             Literasinya kelas satu. Mereka berbaris dengan rapi sebelum masuk ke ruangan Asri.    Asri sangat berjasa sekali mengantarkan putra - putri meraih juara dalam setiap ajang perlombaan, baik di tingkat kecamatan, kabupaten, ata...
Gambar
               Azka akhirnya menang dalam lomba berpidato, juara satu di tingkat kecamatan, ketika mengikuti lomba di tingkat kabupaten, meraih peringkat ketiga. Aku selalu mensyukuri apapun hasilnya. Ini hasil kerja keras muridku.         Aku sekedar membantu,membina, dan inilah kemampuanku mengantarkan Azka sampai peringkat ketiga. Itu lebih baik, artinya ada peningkatan dari tahun sebelumnya, hanya mencapai peringkat ke empat.         Aku sendiri dalam membimbing tidak selalu muridku meraih juara, kadang tidak berhasil. Dan itu sangatlah wajar. Yang terpenting bagiku adalah proses.          Lagi pula setiap tahun, dan setiap murid akan selalu berbeda keadaan, kemampuannya. Ibarat pepatah, roda selalu berputar. Kadang di atas kadang di bawah. Itulah hidup.           Kita sebagai manusia hanya diwajibkan berihtiar dan berusaha juga berdo' a. Setelah itu...
Gambar
       Hari silih berganti, waktu begitu cepat berlalu. Minggu pagi ini udara begitu sejuk. Biasanya Aku goes bersama sahabat - sahabat, kali ini mendadak  tidak bisa,karena ada urusan keluarga.         Akhirnya Aku sendiri menuju sekolah. Sekedar lari- lari kecil di lapangan sekalian melihat Asri. Bunga di taman Asri sedang bermekaran, melati putih menebarkan aroma yang khas.         Udara pagi yang cerah, aroma bunga melati yang mewangi. Indah sekali pagi ini. Alhmdulillah dengan menggerakkan badan begini saja sudah berkeringat.           "Bu...Ibu ! suara itu memanggil. Tapi siapa ya?" tanyaku. Di balik pagar tembok ia memanggil ku. Lalu ia mendekat sambil menyalamiku. " Bu...ini Wulan ...murid ibu." katanya "Iya...Ibu selalu ingat". Tidak akan pernah lupa pada murid - muridnya.             Belum sempat Aku tanya panjang lebar, ia lebih dulu bert...
Gambar
         Tiba jam  istirahat, Aku duduk- santai di bangku bambu  bawah pohon palem. Tiga buah pohon palem berjejer tinggi- tinggi.             Sambil menikmati semilirnya angin sepoy- sepoy, menyibakkan pucuk-pucuk daun palem yang hijau membuat sejuk mata kala memandang.         Yaa...Robb, nikmat mana lagi yang kudustakan. Sungguh indah ciptaanMu, gumamku dalam hati. Tiba- tiba Azka datang. " Bu...ke Asri yu...Azka mau cari buku. " Ayo...!" Jawabku. Azka ini anaknya manis, murah senyum, pandai pula. Ku pikir pas banget kalau diikut sertakan lomba berpidato untuk tahun ini.           Di kelas dua dan tiga aku juga pernah menjadi walis. Apalagi kelas tinggi. lebih lamanya mengajar, di kelas lima, empat, dan enam.          Walau begitu tetap saja apabila ada lomba puisi atau lomba berpidato pasti Aku ikut membimbing. Selain memang sudah terb...
Gambar
       Kurang lebih sepuluh periode  mengajar di kelas lima, murid- murid sering sekali mewakili tingkat kecamatan, untuk lomba di kabupaten. Seperti mengarang, sinopsis, lomba cipta puisi, berpidato.        Bahkan pernah mewakili tingkat kabupaten, untuk lomba di tingkat provinsi. Baik mata pelajaran bahasa Indonesia, maupun mata lomba cipta baca puisi.        Aku dan rekan- rekan selalu kompak. Kami saling memberi masukan. Kami tiap guru sudah punya pegangan masing- masing kalau membina murid- murid.          Tidak saling melempar tugas. Tidak ada istilah tidak mau, tidak bisa. Kami mencoba dulu, berusaha dulu. Adapun apabila mendapat kendala, suka di diskusikan dengan sahabat- sahabat di sekolah.         Terbiasa pulang pukul dua siang.  Bahkan kalau  mendekati lomba, terkadang sampai sore hari. Kalau murid - murid pulang seperti biasa jam pulang sekolah. Tetap...
Gambar
  Lomba pun telah usai, beberapa mata lomba sudah diketahui hasilnya. Semua mata lomba mata pelajaran, masuk juara.               Alhamdulillah Yaa...Allah, engkau maha tahu. Kemudian mata lomba non akademis juga masuk juara. Hanya dua mata lomba yang kami tidak diikut sertakan.        Sekitar pukul 2 siang kami bersama rekan - rekan pulang. Bagi siswa yang mengikuti lomba, ada yg sudah pulang duluan, karena di jemput orang tua, ada yang menunggu sampai selesai. Hingga akhirnya pulang bersama- sama.        Di dalam mobil kami bergembira. Tak henti- hentinya membicarakan pengalaman tadi. Saking asyiknya ngbrol tidak terasa sudah sampai lagi di depan pintu gerbang sekolah. Lalu kamipun turun dan pulang menuju rumah masing- masing.         Setibanya di rumah Aku pun melepas lelah. Rasa cape pun hilang, ketika pukul empat sore menerima wa dari kepala sekolah, bahwa SD kita meraih juara u...
Gambar
    Esok hari waktu yang dinanti- nanti telah tiba. Pukul enam tiga puluh Aku sudah berada di sekolah, sambil mengecek murid- murid yang akan ikut lomba.       Siapa yang sudah datang, siapa yang belum.sehingga kalau belum kelihatan atau belum datang bisa di antisipasi sejak awal. Di telpon, atau dijemput ke rumahnya.         Benar saja setelah dicek ada salah satu peserta yang belum kelihatan sampai pukul tujuh pagi. Aku sangat khawatir takut kenapa - kenapa, soalnya pas di telpon juga tidak diangkat.           Akhirnya Aku cepat- cepat cari ojeg, kemudian datang ke rumah vera. Begitu sampai ke rumahnya, di rumahnya juga tidak ada.           Semakin gelisah saja. Coba menanyakan ketetangga, tidak tahu ,tidak melihat katanya. Dengan perasaan hati yang was-was akhirnya Aku kembali ke sekolah.       Pas di gerbang sekolah, begitu masuk, Bu Alya memanggil. "Dari mana...
Gambar
      Setelah mengadakan pembimbingan secara terpadu, terencana, sudah berusaha dan berdo'a semaksimal mungkin, adapun hasilnya kita serahkan  ke Allah.          Itulah yang Aku selalu pegang, berihktiar dahulu, lalu berserah kepadaNya. Neng bisa besok gladi bersihnya?  "Tinggal dua hari lagi,lombanya!"        "Sekarang saja!", kata Bu Alya. "Supaya besok anak- anak yang ikut lomba bisa istirahat. "Hari tenang nya" Bu Cantik ikut berkomentar. Baik kalau begitu sekarang saja, mungpung kita pada kumpul semua. Tinggal beritahu anak- anaknya sekarang!       "Ayolah siap sekarang juga!" Kata bu Alya lagi. Lalu Aku bergegas menuju lemari untuk mengambil wereles dan mengumumkan kepada  murid- murid yang akan mengikuti lomba,  supaya masuk ke ruangan guru.        Tidak lama kemudian mereka datang berlarian. Kelihatan dari wajahnya cerah ceria, seolah - olah sudah sangat siap b...
Gambar
       Di suatu pagi Aku dan sahabat-sahabatku berembuk, bagaimana caranya agar lomba tahun ini kita bisa meraihnya kembali sebagai juara. Sepuluh periode ke belakang, Aku mengajar di kelas atas, tepatnya kelas lima.            Dan dari kelas lima lah yang selalu diikutsertakan dalam setiap kali ada perlombaan. Namun untuk tahun- tahun berikutnya, sampai sekarang tidak hanya kelas lima, dari kelas empat pun sudah bisa mengikutinya. Apalagi yang namanya pekan kreativitas kelas rendahpun boleh,seandainya mampu.               Karena sudah terbiasanya setiap tahun selalu ada lomba, baik lomba siswa berprestasi maupun lomba yang sifatnya kreativitas siswa.          Aku punya caraku sendiri. Untuk menyiasatinya, Aku membiasakan diri, ketika siswa pertama masuk kelas lima, Aku bertanya. Coba tuliskan nama dan hoby nya apa? Baik dalam pelajaran maupun non eksak.     ...
Gambar
    Bulan berganti tahun. Satu dua tahun ke depan murid- murid semakin memperlihatkan prestasinya.       Bukti yang sangat menggembirakan tentunya menggembirakan kepala sekolah,dan guru- guru serta murid- murid.      Sejak saat itu hingga kini,sering sekali unggul dalam lomba bidang studi bahasa Indonesia, khususnya dalam lomba sinopsis, Mengarang, atau pun lomba pidato bahasa Indonesia, cipta puisi.        Untuk di tingkat kecamatan sering menjadi juara1.Terlebih- lebih tingkat kabupaten, bahkan provinsi pun pernah juara 1      Tahun ini baru saja selesai lombid di tingkat kecamatan. Walaupun aku sendri jarang ikut menjadi yuri.  Alhamdulillah Shifa fauziah murid kelas 5 berhasil  lagi dalam lomba sebagai juara1 tingkat kecamatan         
Gambar
     Minggu demi minggu,bulan berganti bulan, pemberdayaan Asri semakin hari semakin baik. Literasi yang diselenggarakan semakin disukai dan digemari.        Bahan pustakanya semakin bertambah dan semakin lengkap,sesuai dengan kepentingan mendidik ,guru- guru semakin bergairah mengelolanya,walau harus pandai- pandai membagi waktu,karena antara melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas dan mengelola Asri sama pentingnya, meski dalam kondisi keterbatasan tenaga/ personil sekolah.     Murid- murid semakin hari semakin rajin membaca, baik ketika mengisi waktu luangnya di sekolah ataupun sengaja meminjam buku untuk dibaca di rumah masing- masing; ada tugas ataupun tidak dari gurunya masing- masing mereka terus membaca,membaca,dan membaca.       Meskipun hasil dari membaca itu masih perlu penelitian tapi dari beberapa hal nampaknya telah ada perubahan: perubahan berbahasa saat mereka berbicara, maupun saat presentasi bercerita ...
Gambar
   Tepat pukul 7 pagi Literasi pun dimulai. kepala sekolah, rekan- rekan sudah nampak hadir. Kemudian  duduk seperti halnya murid- murid di  atas terpal yang sudah di sediakan.        Kini lebih tertib, lebih kondusif. Karena dihadiri langsung oleh kepala sekolah, dan wali kelas masing- masing. Begitulah seyogyanya, kita selaku  pendidik, dapat memberikan suri tauladan.            Setelah selesai membaca selama lima belas menit, murid- murid tersenyum, ada yang tertawa, ada yang menarik napas panjang...maklum juga bagi siswa kelas rendah masih ada yang harus di eja membacanya.    Kini kepala sekolah mengawali berbicara di depan murid- murid. Beliau mengeluarkan uang dua puluh ribu rupiah . Sambil mengacungkan uang itu beliau mengatakan, " siapa yang berani ke depan tampil sekarang,?" Katanya. Lalu siswa pun berebut ingin maju ke depan.         Sekarang giliran murid - laki- laki...
Gambar
    Asri  diberdayakan melalui kegiatan literasi.  Di minggu pertama murid- murid belum banyak yang mau dan berani untuk bercerita. Esok harinya Aku coba berkeliling .Apakah ada murid yang memegang buku sambil asyik membaca? Gumamku dalam hati.          Ternyata tidak ada satupun. Mereka lebih asyik duduk -duduk sambil ngobrol ke sana ke mari. Kulihat lagi murid laki- laki lebih asyik berlarian atau main bola.  Ternyata minat membaca murid- murid masih rendah. Lalu Aku membicarakan nya dengan rekan- rekan. Aku minta bantuan sahabat- sahabatku.        Biasanya murid- murid lebih segan apabila guru kelasnya yang langsung berbicara kepada mereka. Begitulah obrolan pagi ini dengan sahabat- sahabatku.       Sahabatku Bu Alya merespon. "Mungkin karena baru Kak!" mereka kurang tahu. Dikira membacanya hanya pas hari Rabu saja, ketika kegiatan literasi sekolah.        "Benar juga, kan ba...
Gambar
     Kemudian Diva tampil ke depan, lalu memperkenalkan diri, setelah itu mulailah ia bercerita.  Selesai bercerita, kemudian teman- teman nya pun bertepuk tangan.                Lalu Aku memanggil lagi murid yang lainnya. Tiba- tiba salah seorang dari murid kelas 4,dan 5 mengatakan " malu Bu...tskut ditertawakan teman - teman !" Jawab nya. Kenapa malu, kan kita sedang belajar. Justru di sini ,di sekolah tempatnya kita belajar, berkreatif, mengasah kemampuan kita.                 Belajar tampil dimuka umum,di hadapan teman- teman kita sendiri. Bagaimana siap mencoba? Lalu Azka dari kelas menjawab,"Siap Bu...tapi minggu depan ya...? Katanya. " Boleh !" .kemudian diikuti oleh teman- teman lainnya. " Ia Bu nanti- nanti saja!" Sambil tersenyum, "soalnya belum hapal." Jawabnya lagi.       "Baik tidak apa- apa! Ibu tunggu minggu depan ya...?" sambil tersenyum, dan ...