Meraih Cinta-Nya.


 Harus dari mana Aku bercerita tentang ku. Kini Aku bahagia.Setelah luka liku kehidupanku,karirku. Aku cukup puas.

Walau ada goresan luka,aku terima sebagai ujian. Dengan harapan Allah menghapus dosa2ku. Karena Allah begitu sayang kepada hamba-Nya.

Perjalanan spiritualku, terkadang naik turun. Semangat beribadah, mencari ilmu ke majlis taklim, masih suka terkalahkan oleh rasa malasku. 

Seiring berjalanya waktu, sambil merefleksi diri. Nikmat mana lagi yang kudustakan? Anak2 ke 1 dan ke 2 sudah berumah tangga. Aku bahagia dan bangga. 

Anak bungsuku kini berada di ponpes MTsN PWK, Aku sangat bahagia. Dengan harapan ibadah, pergaulan lebih terjaga. InsyaAllah.Aamiin YRA.

Apalagi yang Aku cari? Aku ingin menjemput Cinta-Mu ya Rabb. Aku ingin ziarah ke Baitullah. Aku ingin menunaikan rukun islam yang ke-5. 

Disaat usiaku yang  3 tahun lagi  genap 60 tahun. Aku berdoa ya Rabb, belum haji, tidak mengapa kalau umroh dulu. Semoga dengan wasilah pergi umroh, suatu waktu bisa ibadah haji. Itu yang ada dibenakku.

Sebenarnya keinginan itu sejak lama. Apalah artinya, ada keinginan tanpa dibarengi dengan kesungguhan dalam menjemput meraih cinta-Nya? Sekadar titip pesan minta didoakan. Tanpa kita tidak berusaha bersungguh- sungguh! 

Lalu Akupun tersadar. Terlambat tak mengapa,daripada tidak! Aku mengadu kepemilik jagat raya ini. Aku lakukan  jalur langit.

 Dengan bangun disepertiga malam. Yang dulu kalau bangun hanya untuk ke kamar mandi lalu menarik selimut lagi.Kini Aku bangun lalu mandi dan mendirikan salat malam. Berzikir, membaca Alqur'an, bertalbiyah.

 Dengan diawali salat tobat. Aku hanya ingin dicintai dan diridoi. Jika Allah memanggilku untuk pergi umroh, artinya Allah sudah rido. Itu yang aku sampaikan dalam doa2ku. 

Aku berusaha bersiap di awal Salat ,salat rawatib insyaAllah aku kerjakan. Dengan harapan Aku dapat istana di surga itu doaku. Dengan tahu ilmu, setidaknya ada motivasi. 

Lain kalau tidak tahu manfaatnya,mungkin saja kita akan asal2 an. Asal mengerjakan,asal gugur kewajiban. Sedangkan kemanfaatan itu bukan untuk Allah.Tapi kita hamba -Nya yang butuh.

Suatu hari Aku mendengar tetanggaku, yang sudah kuanggap sebagai saudaraku,ia akan pergi umroh. Aku bahagia mendengarnya. Sekaligus Aku juga kepengen ikut. Bahagia rasanya kalau Aku bisa berangkat bareng dengan mereka. Itu yang ada dipikiranku.

Setelah mendengar berita itu,lalu Aku datang ke rumahnya. Aku memberikan sedikit uang yang Aku punya. Aku katakan. Ini uang buat bantu keperluan,terserah mau dibelikan sepatu,atau sandal,yang penting yang dipakai saat umroh.

Biar ingat Aku dan mendoakan Aku. Itulah pintaku. Aku tidak ingin dibelikan oleh-oleh. Aku hanya ingin didoakan biar bisa menyusul juga. Itulah obrolanku. Kami saling berpelukan. Lalu beliaupun mendoakan Aku. 

Setelah ngobror lalu Akupun pulang ke rumah. Dua hari kemudian. Waktu itu suamiku bertanya:

Mah mau umroh teh? Ya mau atuh kataku. Kalau mau mamah berangkat, biar bapak yang ngongkosin katanya. Kebetulan ada s euceu juga kan berangkat,jadi bapak tenang, ada teman katanya.

Ya. Allah,inikah jawaban jalur langitku? Antara percaya dan tidak. Aku senang bahagia. Ternyata Allah dengar doa2ku.  Asal kita bersungguh- sungguh menjemputnya.

Sekarang tanggal 2 juli 2024 Aku sudah membuat paspor. Tinggal menunggu paspor selesai tanggal 9 Juli 2024. Allah selalu mudahkan dan lancarkan segala urusaku Aamiin YRA.( Bersambung)







             Tiba waktunya pengambilan paspor. Jadwal bergeser yang tadinya tanggal 9, berubah menjadi tanggal 17 Juli 2024. Kelompok aku yang 4 orang harus datang kembali ke kantor imigrasi karawang. Ibu ustazah bilang harus yang bersangkutan langsung mengambil nya. 

          Bagiku disyukuri saja, ambil hikmah nya,itung2 jalan- jalan. Biasa berangkat pukul 6 pagi seperti waktu mau membuat pasporan. Sekarangpun tiba di kantor imigrasi sekitar pukul 8 pagi. 

        Seperti biasa kami sebelum masuk  ruangan, kami singgah ke kantin dulu. Padahal sebelum berangkat aku pasti sarapan terlebih dahulu.  Rupanya Bu ustazah belum sarapan pagi.  sayapun ikut jajan juga akhirnya. 

       Selesai kami jajan. Tidak lama kemudian dua teman kami da tang menghampiri rupanya sudah selesai. Setelah ditawari barangkali mau jajan dulu, ternyata mereka bilang " Tidak katanya".

          Akhirnya kami pun beranjak dari tempat duduk menuju mobil lalu pulang. Sebelum pulang kami menyempatkan berfoto bersama dulu. 



           Sekitar pukul setengah sebelas saya sudah sampai di rumah. Lalu sayapun turun dari mobil bu ustazah, sambil mengucapkan salam dan terima kasih.

          Tibalah manasik bagiku yang pertama sekali. Setelah berpakaian mengenakan gamis putih, sayapun berpamitan pada suami untuk segera berangkat. Ketika di depan rumah, kulihat ke jalan ada angkot berhenti. 

         Di dalamnya ada seorang melambaikan tangan sama denganku berpakaian serba putih. Dia mengajakku supaya naik angkot bersamanya. 

          Lalu sayapun ikut naik. Ternyata temanku itu uum, dan dia juga yang membayarkan aku ongkos angkot. 'Terima kasih sobatku," nanti kuganti kataku sambil tersenyum. Lalu kami pun turun menuju mesjid Darussalam.

        Di dalam mesjid saya bertemu dengan jemaah lainnya.sebagian belum aku kenal.sebagian lagi sudah banyak yang kenal.diantaranya selain tetangga dekatku,juga ada teman seprofesi guru. Sekarang mereka sudah pensiun. Selain teman satu SD waktu mengajar, juga ada teman se ranting / se gugus.

       Di mana kami dia dan saya aktif dalam voly bal. Kami sering memenangkan voly bal waktu itu,jika tiba Hari PGRI.  Indah dan berkesan. 

       Sekarang dipertemukan dalam satu kegiatan manasik umroh. Kami bahagia. Bisa bertemu kembali.

        






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peringatan Hari Guru di SDN Wantilan.( bagian ke- 2 )