Wantilan Pasti Juara.

      Sepekan ke belakang, tepatnya tanggal 16 September 2023, kepala sekolah mengundang guru-guru untuk rapat perihal Pelaksanaan FTBI yang akan dilaksanakan di tingkat kecamatan. Kami merasa kaget seakan mendadak sekali informasi ini.Walaupun lomba seperti ini bukan hal yang baru, karena setiap tahun selalu dilombakan sampai ke tingkat provinsi.

Andai saja pembimbingan terhadap anak- anak secara berkesinambungan di laksanakan dengan baik, kontinyu, terpadu, ada program yang jelas, Juga kesungguhan dari rekan- rekan  guru semua ingin sekolah majubdan berprestasi. Didukung oleh seorang kepala sekolah yang benar- benar memahami kompetensi dan skils dari guru masing- masing. Saya yakin akan membuahkan hasil yang terbaik tentunya dengan proses yang sungguh- sunggih dijalani.

Alhamdulillah pembagian tugas pembimbingan pun selesai. Ada yang bertugas di pupuh, maca sajak, biantara, nulis carpon, borangan. Saya sendiri kebagian membimbing mendongeng. 

Pengalaman sudah membuktikan SD kami tahun kemarin di acara lomba literasi khususnya lomba bercerita legenda mendapatkan peringkat harapan ke 1. Bahagia sekali. Untuk lomba bercerita waktu yang diberikan untuk persiapan ada satu bulan. Jadi kami agak leluasa, anak pun punya banyak waktu. 

Saya merefleksi sejenak. Bagaimana caranya agar lomba kali ini juga berhasil meraih juara apalagi ini masih taraf tingkat kecamatan. 

Malam itu juga saya memberitahukan orang tua siswa yang anak nya akan diikutkan untuk lomba. Kebetulan untuk dongeng saya sudah punya calon, yang sewaktu tahun kemarin tidak ikut lomba bercerita berhubung sakit. Waktu itu masih kelas 3. 

Jadi untuk tahun ini sudah tidak repot lagi mencari calon pendongeng. Kecuali anak laki- laki yang harus diseleksi , dicari dulu yang kira- kira memiliki bakat yang bisa dikembangkan. 

Mulai hari Senin, kami semua bergerak, guru- guru ikut menyeleksi siswa- siswi sesuai dengan pembimbingannya masing- masing.  

Sebelum masuk kelas, atau waktu istirahat, bahkan sesudah pulang sekolah anak- anak berlatih lagi. Karena rumah saya di samping SD, jadi setelah asar anak- anak berlatih ke rumah, setelah mereka pulang dari DTA. 

Begitu kami berlomba dengan waktu.Apalagi yang sifatnya hapalan dikasih waktu sepekan anak- anak agak pesimis takut tidak hapal. 

Dengan begitu kami tiada lelah baik di sekolah maupun di sore hari anak- anak menghapal dongeng. 

Sampai hari Jumat pagi saya belum memutuskan siapa yang akan dibawa.Kedua- duanya memiliki kelebihan dan kekurangannya. Hingga pada satu keputusan hasil pemilihan rekan- rekan guru maupun pemilihan saya sendiri ternyata sama. Pilihan jatuh pada Zidan.  Namun qolby pun saya ajak ikut serta. 

Qolby anaknya percaya diri.punya modal itu. Sedangkan Zidan agak kurang percaya dirinya. Tapi punya gestur tubuh, ekspresi yang membuat anak- anak kecil senang menontonya. 

Tiba dikecamatan tempat lomba, Kamipun sempat berfoto  sebentar dengan anak- anak sebelum lomb nya dimulai. 










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peringatan Hari Guru di SDN Wantilan.( bagian ke- 2 )