Menuju Puncak Parasamya 3.
Penganugerahan Parasamya sebagai Ajang bergengsi bagi para penulis. KPPJB ( Komunitas Penulis Pengajar Jawa Barat) sebagai penyelenggaranya. Baik penulis Susastra, penulis Suratma, maupun penulis Praja Nugraha.
Parasamya Susastra Nugraha penghargaan bagi penulis yang mampu membuat buku solo atau buku tunggal dalam rentang satu tahun minimal 1 buku. Jenis buku bebas boleh buku pelajaran, maupun non pelajaran. Jumlah penulis Susastra Nugraha tahun 2022 sebanyak 100 orang.
Parasamya Suratma Nugraha penghargaan bagi pegiat literasi, dengan cara mengirimkan buku dilengkapi bukti berupa foto-foto kegiatan literasi baik di sekolah maupun di masyarakat.
Jumlah penulis pegiat literasi tahun 2022 sebanyak 85 orang.
Parasamya Praja Nugraha yaitu penganugerahan yang diberikan kepada pelajar yang mampu menulis buku solo maupun buku tunggal. Jumlah penulis tahun ini sebanyak 46 orang.
Saya kagum dan bangga melihat anak SD kelas 4 sudah mampu membuat buku. Ikut Parasamya Praja Nugraha. Keren!!! Saya malah sebaliknya mejelang usia senja. Alhamdulillah Saya tetap bersyukur.
Sejak melihat teman-teman yang ada di Komunitas Lisangbihwa sebagian ada yang telah mengikuti Parasamya 1, saya merasa senang dan bangga, sekaligus tertarik dan tertantang ingin mencoba.
Teman-teman di Komunitas Lisangbihwa ( Literasi Subang Bihari Berwibawa) baik-baik, Saya pun merasa nyaman.
Banyak teman-teman yang sudah menjadi penulis hebat, mereka tetap rendah hati. Ini yang Saya suka berada di komunitas ini.
Saya sebagai penerima Anugerah Susastra KPPJB 2022 yang kedua kalinya, banyak belajar di Komunitas Lisangbihwa, Komunitas KPPJB Pusat, Komunitas KPPJB Regional Subang, PGRI Menulis.
Parasamya yang pertama kali Saya ikuti, yaitu Parasamya ke -2 yang diselenggarakan di Kota Bandung tempatnya di Hotel Ibis.
Waktu itu peserta dari Kab Subang sebanyak 20 orang. Akhirnya paduan suara pun diwakili dari Kabupaten Subang.
Wah...senang sekali waktu itu, selesai mengajar di sekolah jika ada jadwal latihan maka Saya langsung menuju tempat latihan di SMPN 1 Subang.
Saya belum pernah masuk ke SMPN 1 Subang, kalau bukan untuk latihan paduan suara he...he. Sarana prasarananya lengkap, mesjidnya bagus, tamanya indah.
Saya pun suka foto- foto dulu sebelum latihan. Terlintas di benak Saya, senang sekali kalau saja di SD pasilitas selengkap ini.he...hee.
Latihan pun tak pernah absen. Alhamdulillah pada pelaksanaanya berjalan lancar dan sukses.
Parasamya yang ketiga, tahun ini diselenggarakan di Kota Purwakarta. Tempatnya di Gedung Yudistira -Komplek Pemda Kabupaten Purwakarta pada tanggal 27 Desember 2022.
Ketika sampai, para peserta tidak langsung memasuki gedung, namun singgah dulu di Bale Maya Datar untuk mengisi registrasi dan mengambil snack.
Saya menyempatkan berfoto, karena ada tempat untuk fotoblock nanti. Kaca mata dititipkan di tas adik.
Selesai berfoto bareng teman satu dua kali cekrek kemudian kami menuju Gedung Yudistira dengan berjalan kaki karena sangat dekat sekali.
Sepanjang jalan kulihat kiri kanan taman begitu tertata rapi dan asri. Saya tidak ingin melewatkan momen baik ini maka selfie pun tak ketinggalan.
Tiba di depan pintu masuk gedung, adik dan anakku pun kembali ke mobil untuk sekedar jalan- jalan di kota PWK. Sambil menunggu acara Parasamya selesai.
Ketika memasuki gedung harus mencari kursi dengan nomor 120. Sejak itu Saya baru ingat kaca mata dititipkan di Adik. Yaa Allah mata keduaku tertinggal di tas Adik.
Peserta sudah lumayan banyak. Saya beranikan tanya dan minta tolong supaya ditunjukkan kursi yang bernomor 120. Saya katakan kaca mataku tertinggal dititipkan di tas Adik.
Akhirnya ketemu ada salah satu peserta yang menunjukkan tepat di sampingnya hanya terhalang satu kursi yang masih kosong. Dalam hati tidak apa yang penting Saya sudah duduk.
Kemudian Saya telpon Adik dan kirim Voice Note di WA, karena untuk mengetik tidak bisa harus pakai kaca mata.
Acara pun sudah dimulai. Pembawa acara dengan penuh hangat dan semangat menyapa para peserta dengan salam literasi. Begitu tiba pada mars KPPJB, dirigen memimpin para peserta menyanyikan Mars KPPJB,
Saya pun larut ikut bernyanyi. Masih ingat betul. Sambil menggerakkan kepala, menghentakan kaki, walau modal suara pas -pas san. hee. Lagunya enak, syair nya bagus. Pokoknya keren lagu Mars KPPJB.
Selesai menyanyikan Mars KPPJB, Saya menyapa peserta yang duduk tepat di depan Saya, lalu kami berkenalan. Orangnya masih muda, ramah, ternyata ia peserta dari kabupaten Bekasi.
Lalu ia pindah duduk menempati kursi di samping Saya yang masih kosong. Tidak lama kemudian Adik datang memberikan kaca mata. "Alhamdulillah Yaa... Allah, terima kasih Dik..!" Kataku.
Ada hikmahnya Adik dan anakku bisa melihat acara parasamya di dalam gedung, walau sebentar sekedar mengantarkan kaca mata.
Kaca mata pun segera kupakai. Ternyata kursi yang kosong seharusnya diduduki temanku dari kabupaten Subang yang kebetulan hari ini berhalangan hadir karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan.
Acara pun berlangsung dengan meriah. Dimulai dari pembukaan, doa, sambutan-sambutan, kreasi seni budaya Purwakarta. Tidak ketinggalan Ustad Solmed pun hadir memberikan wejangan.
Tiba pada puncak acara yaitu Prosesi Penganugerahan Parasamya yang dimulai dari Parasamya Praja Nugraha, dengan pemasangan selempang, pemberian piagam, oleh pejabat -pejabat yang hadir secara bergantian.
Dilanjutkan dengan Penganugerahan Parasamya Susastra Nugraha. Saya pun dengan urutan 120. Ada rasa senang, bangga, berada di tengah -tengah para penulis yang sudah hebat-hebat.
Saya masih belajar dan terus harus banyak belajar dari mereka, walau usiaku semakin senja.
Salam literasi untuk kita semua. Sampai jumpa lagi di Parasamya tahun yang akan datang. Semoga diberikan umur panjang bisa berkarya lebih baik. Allah rida dengan kita. Aamiin YRA.



Komentar
Posting Komentar