Air Mataku Jatuh.





       Mengawali kembali pengajian rutin setiap hari Jumat, dan Senin. Tepatnya setelah liburan Idul Fitri 1442 H.

       Rasa bahagia dan haru yang saya rasakan. Setelah sekian hari sakit.

       Alhamdulillah kini  sudah sehat wal'afiat. Sudah bisa beraktifitas, mengikuti taklim kembali. 

        Pergi  mencari ilmu, terkadang berat. Padahal kalau sudah berada di majlis terasa nikmat sekali. 

       Begitulah yang saya rasakan. Iman terkadang naik - turun. Inginnya istiqomah, namun godaan selalu datang. Astagfirullah....

       Sejak hari  itu, mengaji, menyimak do'a, apa yang disampaikan oleh Ibu Ustadzah Hj. Cucu dari awal sampai akhir, dengan penuh khusyu. 

        Ada tetes - tetes air mata tertahan. Hingga selesai berdo'a, air mata  masih tertahan disudut mataku. Lalu jatuh perlahan membasahi pipi.

        Yaa...Robb, nikmat mana lagi yang kudustakan! Rasa sejuk, bahagia di hati, senantiasa bersemayam di kalbu. 

      Istiqomahkan hamba, ya... Robb...tuntun menuju jalan-Mu yang lurus, seperti jalannya orang- orang yang telah Engkau beri petunjuk. 

      Berikan hamba solusi dari setiap ujian yang Engkau berikan. 

      Hingga ajal menjemput, husnul khotimah yang kudapatkan. Aamiin YRA.

      Mau tidak mau, sekarang atau nanti diantara kita akan pergi satu persatu. 

     Apalagi disaat wabah corona ini, semakin hari semakin menjadi.

     Rasa takut, cemas, khawatir, itu yang ada sekarang ini. 

     Kabar duka, baik kerabat, sahabat, tetangga kanan - kiri yang sakit, yang meninggal, silih berganti.

    Ku bermohon pada-Mu Ya...Robb, sehat wal'afiatkan kami semua. Sembuhkan yang sedang sakit. 

     Husnul khotimahkan yang Engkau panggil duluan. 😭😭😭 Aamiin YRA.

    Hanya pada-Mu hamba berserah dan bertawakal. Kuterima ujian-Mu. Namun kubermohon, cepat angkat kembali wabah yang menggemparkan dunia ini.

    Hanya Engkau Yang Perkasa. Engkau Yang Maha Besar. Kami makhluk lemah  tak berdaya. Selain dengan pertolongan, kasih sayang-Mu. Aamiin YRA.


Subang, 30 Juni 2021.







  


       


Komentar

  1. Masya Allah Ibu, goresan pena doanya khusyuk dan penuh makna......mendalam. Allahumma Ya Mujibadoa. Aamiin🤲🤲🤲

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah. Jazaqillah Bu...🤲🤲🙏🙏😍😍

      Hapus
  2. Balasan
    1. Oh, ya...sama.
      Kkak juga nulisnya sambil nangis😀🤭😍🙏

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peringatan Hari Guru di SDN Wantilan.( bagian ke- 2 )